PROBOLINGGO, PortalJawaTimur.id – Dewan Penasihat GP Ansor Kabupaten Probolinggo, Muchlis, S.Pd., menekankan pentingnya regenerasi kepemimpinan yang tertib dan tetap menjaga ukhuwah dalam Konferensi Cabang (Konfercab) V PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo.
Konfercab yang berlangsung di Aula Kantor PCNU Kabupaten Probolinggo, Ahad (20/9/2026), menjadi forum evaluasi organisasi, perumusan program, serta pemilihan kepemimpinan masa khidmat 2026–2030.
“Semoga regenerasi GP Ansor Kabupaten Probolinggo berjalan dengan baik dan lancar serta melahirkan kepemimpinan baru yang lebih baik,” kata Muchlis.
Pesan tersebut disampaikan Muchlis berdasarkan pengalamannya melewati proses kaderisasi di lingkungan Nahdlatul Ulama. Ia pernah menjabat Ketua PC IPNU Kabupaten Probolinggo masa khidmat 2006–2008 dan memimpin PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo selama dua periode pada 2014–2020.
Muchlis juga pernah mengabdi sebagai Kepala SMPNU Bantaran di bawah naungan LP Ma’arif NU selama 2011–2021. Kini, ia menjadi anggota DPRD Kabupaten Probolinggo sekaligus Ketua Fraksi PKB.
Menurutnya, Konfercab harus menjadi momentum untuk memperkuat organisasi. Setelah seluruh tahapan pemilihan selesai, kader diharapkan kembali menyatukan langkah dan mendukung kepengurusan yang memperoleh mandat forum.
Ketua Pimpinan Pusat GP Ansor sekaligus Ketua Koordinator Wilayah V Jawa Timur, H. Muhammad Hasan Bashri, turut mengingatkan agar Konfercab tidak hanya menjadi arena kontestasi.
“Pekerjaan rumah Ansor ke depan cukup berat. Sahabat-sahabat harus serius dalam momentum ini, jangan hanya menjadikannya sebagai ajang kontestasi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo masa khidmat sebelumnya, H. Misbahul Munir, S.H., berharap kepemimpinan baru mampu membawa organisasi menjadi semakin maju, solid, loyal, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Konfercab V dihadiri jajaran PCNU Kabupaten Probolinggo, perwakilan PP dan PW GP Ansor, badan otonom NU, unsur kepolisian, serta ratusan kader Ansor.
Forum tersebut menuntaskan pembahasan tata tertib, program kerja, rekomendasi, laporan pertanggungjawaban pengurus, serta pemilihan ketua dan tim formatur. Hasil Konfercab selanjutnya menjadi pijakan kepengurusan masa khidmat 2026–2030 dalam menjalankan roda organisasi. (*)