KOTA PROBOLINGGO – Longsor yang kerap terjadi saat musim hujan mengganggu akses warga di Kelurahan Kareng Lor, Kota Probolinggo. Kondisi tersebut mendorong Anggota DPRD Kota Probolinggo Fraksi PKB, Hj. Nur Hudana, S.H.I., atau Ning Dana, turun langsung menindaklanjuti aspirasi masyarakat terkait rencana pembangunan dinding penahan longsor, Senin (10/8/2026).
Ning Dana meninjau lokasi bersama Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR-PKP) Kota Probolinggo, Ketua RT, serta tokoh masyarakat setempat. Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi akses jalan yang kerap terdampak longsor ketika hujan turun.
Saat terjadi longsor, jalur tersebut tidak dapat dilalui masyarakat. Meski demikian, warga masih memiliki akses jalan alternatif yang dapat digunakan sebagai jalur kedua ketika kondisi jalan utama tidak memungkinkan untuk dilewati.
Pembangunan dinding penahan diusulkan sebagai upaya untuk mencegah longsor sekaligus menjaga akses masyarakat agar tetap dapat digunakan, khususnya saat musim hujan.
Ning Dana mengatakan, peninjauan tersebut dilakukan di sela-sela pembahasan KUAPPAS PAPBD Tahun Anggaran 2026 untuk memastikan aspirasi masyarakat dapat ditindaklanjuti.
“Saya menyempatkan waktu turun ke masyarakat untuk menemui Pak RT dan tokoh masyarakat, menindaklanjuti usulan mereka agar ada perhatian dari pemerintah kota dalam rangka memperbaiki akses atau jalur antarkelurahan,” kata Ning Dana.Ia menilai kondisi jalan tersebut membutuhkan perhatian karena longsor membuat akses warga terputus saat musim hujan.
“Kalau musim hujan, jalur ini sangat membutuhkan perbaikan dinding penahan atau drainase karena terjadi longsor sehingga akses ini menjadi lumpuh dan tidak bisa dilewati,” ujarnya.Ning Dana berharap rencana pembangunan dapat direalisasikan melalui anggaran PAPBD 2026. Dalam peninjauan tersebut, Dinas PUPR-PKP juga melakukan pengecekan kondisi lapangan, termasuk memperkirakan kebutuhan pembangunan dan menyesuaikannya dengan anggaran yang tersedia.
“Alhamdulillah, saya bersama pihak PU beserta staf turun ke lapangan langsung untuk mengestimasi, menyesuaikan dengan anggaran yang ada, serta memperhatikan titik koordinat yang akan diupayakan agar secepatnya terealisasi,” jelasnya.
Dari Dinas PUPR-PKP Kota Probolinggo, Edi mengatakan, pembangunan dinding penahan diperlukan untuk mencegah longsor yang kerap terjadi ketika hujan.
“Dinding penahan ini fungsinya agar ketika hujan tidak longsor. Ini sering kali longsor,” kata Edi.
Sementara itu, Ketua RT 1 RW 1 Kareng Lor, Mutaalim, mengatakan kondisi jalan tersebut menjadi keluhan warga karena sulit dilalui ketika terjadi longsor.
“Harapan saya ke depannya jalan ini bisa dilewati karena tahun-tahun sebelumnya tidak bisa dilewati. Banyak orang yang mengeluhkan jalan ini,” ungkap Mutaalim.
Ia menyebut dinding penahan yang direncanakan memiliki panjang kurang lebih 300 meter. Warga berharap pembangunan segera terealisasi sehingga akses tersebut dapat digunakan masyarakat dari wilayah Kota maupun Kabupaten Probolinggo.Peninjauan tersebut menjadi langkah awal untuk memastikan rencana pembangunan dinding penahan disesuaikan dengan kondisi teknis di lapangan serta kemampuan anggaran pemerintah daerah.