Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Tag Terpopuler

RMI Kraksaan Gandeng Akademisi dan DPRD Jatim Gelar Seminar Cegah Hoaks dan Radikalisme Digital

Monday, June 16, 2025 | June 16, 2025 WIB Last Updated 2025-06-16T08:43:58Z

Probolinggo — Upaya serius dalam menangkal hoaks, ujaran kebencian, dan narasi radikalisme di ruang digital dilakukan oleh Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Kota Kraksaan. Senin (16/6/2025), bertempat di Kampoeng Kita, Desa Condong, Kecamatan Gading, RMI menggelar seminar literasi digital bertajuk “Bijak Bermedia Sosial: Menangkal Hoaks dan Menumbuhkan Toleransi”.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari KH. Mochammad Mahrus, anggota DPRD Provinsi Jawa Timur sekaligus Direktur Aswaja Center. Dalam sambutannya, Kyai Mahrus menegaskan bahwa literasi digital bukan lagi pilihan, melainkan keharusan—khususnya bagi kalangan santri dan pendidik pesantren.

“Jangan sampai pesantren tertinggal dalam merespons tantangan zaman. Narasi kebencian dan paham radikal saat ini menyusup lewat gawai di genggaman tangan. Santri harus menjadi benteng terakhir,” ujar politisi muda NU tersebut.

Ketua PC RMI Kraksaan, Habiburrohman, menyampaikan bahwa seminar ini adalah bagian dari komitmen RMI dalam membangun jaringan pesantren yang tidak hanya kuat dalam bidang ilmu agama, tapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi dan informasi.


Dua narasumber utama hadir dalam kegiatan tersebut. Dr. Ahmad Fawaid, M.Th.I., peneliti dari Akurat Research Center, membedah secara akademik proses radikalisasi digital yang marak di media sosial. Sementara Wahab Sya’roni, M.Kom, dosen UNUJA dan pakar informatika, memaparkan aspek hukum dan teknis dalam mengenali serta melaporkan hoaks dan ujaran kebencian.

“Media sosial hari ini menjadi lahan subur untuk penyebaran narasi ekstrem jika tidak dibarengi dengan filter akidah dan literasi,” ungkap Dr. Fawaid. Sedangkan Wahab Sya’roni menegaskan pentingnya masyarakat memahami regulasi seperti UU ITE agar tidak menjadi korban atau pelaku ujaran kebencian secara tidak sadar.

Seminar berlangsung interaktif dengan dihadiri santri, tokoh pesantren, serta komunitas digital lokal. Di akhir sesi, seluruh peserta menyepakati komitmen bersama untuk memanfaatkan media sosial secara bertanggung jawab, damai, dan edukatif.

Editor : oktavia

×
Berita Terbaru Update
Lapor Portal
-->