PROBOLINGGO, PortalJatim - Isu hak asasi manusia (HAM) menjadi bahasan dalam diskusi “September Hitam: Melacak Jejak Pelanggaran HAM di Indonesia dan Membangun Budaya tentang Kesadaran Hak Asasi Manusia” yang digelar Aliansi Mahasiswa bersama sejumlah elemen kepemudaan di Kabupaten Probolinggo, Sabtu (19/9/2026).
Bertempat di Kantor Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Probolinggo, forum tersebut diikuti puluhan mahasiswa dan pemuda dari berbagai organisasi, seperti HMI, PMII, GMNI, BEM Probolinggo Raya, serta sejumlah kelompok kepemudaan lainnya.
Selain membahas berbagai persoalan HAM di Indonesia, diskusi tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian persiapan menuju aksi “September Hitam” yang direncanakan berlangsung pada akhir September.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan puisi “Apakah Kebenaran Masih Hidup?” oleh Ilham. Setelah itu, forum dilanjutkan dengan diskusi yang dipandu Taufiq dengan menghadirkan Hamid selaku pengamat HAM, Muhammad Safi’i, S.Sos. selaku Ketua Umum KNPI, dan Indra selaku pegiat literasi.
Pemateri Hendra menyampaikan bahwa forum tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga sarana untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai HAM.
“Diskusi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Probolinggo terhadap pentingnya hak asasi manusia melalui kegiatan reflektif yang diselenggarakan bersama Aliansi Mahasiswa, BEM Probolinggo Raya, dan komunitas lokal,” ujar Hendra.
Ia menekankan pentingnya kemampuan generasi muda dalam memilah informasi dan membangun sikap kritis, khususnya di tengah perkembangan informasi digital. Menurutnya, kesadaran terhadap persoalan HAM juga perlu diikuti dengan kepedulian terhadap masyarakat yang mengalami persoalan dalam pemenuhan hak-haknya.
Koordinator BEM Probolinggo, Azzam, mengatakan forum tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang akan dilanjutkan dengan aksi pada penghujung September.
“Dialog ini menjadi awal dari perjuangan menegakkan HAM di Indonesia, khususnya di Probolinggo,” kata Azzam.
Ia menjelaskan, mahasiswa, pemuda, dan sejumlah elemen masyarakat se-Probolinggo Raya tengah mempersiapkan aksi bertajuk “September Hitam”. Kegiatan tersebut direncanakan menjadi tindak lanjut dari diskusi dan refleksi yang dilakukan mengenai persoalan HAM.
Menurut Azzam, keterlibatan generasi muda diperlukan untuk memperluas pemahaman publik sekaligus membuka ruang partisipasi masyarakat dalam membahas berbagai persoalan HAM.
“Perjuangan HAM bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Kaum muda dan mahasiswa diharapkan turut mengawal dan menegakkan HAM secara kolektif,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum KNPI Muhammad Safi’i, S.Sos. menilai ruang dialog bagi pemuda perlu terus dibuka. Ia menyebut literasi dan pertukaran gagasan dapat menjadi bagian dari upaya pemuda berkontribusi dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah.
Rencana aksi “September Hitam” pada akhir September tersebut akan melibatkan sejumlah elemen mahasiswa, pemuda, dan masyarakat se-Probolinggo Raya. Hingga kegiatan diskusi berlangsung, pihak penggagas belum menyampaikan secara rinci mengenai jadwal, lokasi, maupun bentuk aksi yang akan dilaksanakan.